Jumat, 29 Agustus 2008

Pendidikan Agama Kristen (PAK)

Ringkasan-ringkasan Pendidikan Agama Kristen (PAK) :
Kebudayaan menurut E.B Taylor adalah kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat dan kemampuan-kemampuan lain serta kebiasaan-kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan menurut J. Verkuyl adalah pengerjaan (pengusahaan, pengelolaan) kemungkinan-kemungkinan dalam alam ciptaan oleh manusia.
Kebudayaan dalam pengertiannya secara umum adalah hasil usaha manusia sedangkan agama, khususnya agama wahyu (samawi), dipercaya bukan berasal dari manusia, melainkan diwahyukan oleh Yang Ilahi.


Aspek bertumbuh menjadi dewasa dalam kajian psikologi terdiri dari :
1.Aspek Fisik atau Jasmani.(Ciri fisik antara pria dan perempuan)
2.Aspek Intelektual atau berpikir.(Menggunakan akal budi untuk menilai yang positif dan negatif).
3.Aspek Emosi. (bagaimana Emosi muncul dan diekspresikan : destruktif atau konstruktif)
4.Aspek Sosial. (Mampu menempatkan diri)
5.Aspek Moral. ( Memiliki kepedulian terhadap sesama)
6.Aspek Spiritual. (Penghayatan yang benar kepada Tuhannya)

Dewasa dalam Aspek social.
1.Memiliki teman baik itu pria maupun perempuan.
2.Dapat bergaul dengan teman sebaya maupun yang beda usia (lebih muda dan lebih tua).
3.Tidak terpengaruh oleh teman sebaya (peer pressure).
4.Melihat dari sudut orang lain, dapat merasakan sukacita atau dukacita orang lain.
5.Melihat apa yang baik pada orang lain, memberikan pujian untuk hal-hal yang baik yang ada pada orang lain.
6.Objektif dalam menilai diri sendiri dan orang lain; mengakui kalah ketika menang atau kalah.
7.Menghormati orang tua, tetapi tidak bergantung pada mereka.

Dewasa dalam aspek moral-spiritual.
1.Berbuat baik kepada orang lain.
2.Takut akan Tuhan.
3.Memiliki hubungan pribadi dengan Tuhan.
4.Menggunakan hidupnya untuk memuliakan Tuhan.
5.Bersyukur untuk apa yang dimiliki.
6.Tahan menderita secara wajar.

Tidak dewasa dalam aspek Emosi.
1.Kurang percaya diri.
2.Irihati.
3.Apa yang diinginkan mau didapat saat itu juga.
4.Mudah merasa kesepian walaupun ditengah keramaian (alienasi).
5.Memiliki emosi yang tidak wajar; malu berlebihan; dikejar rasa bersalah sampai mengganggu fungsi sehari-hari.
6.Tidak dapat mengontrol emosi; mudah tersinggung; mengekspresikan emosi dengan cara yang merusak diri sendiri atau orang lain.
Tidak dewasa dalam aspek intelektual.
1.Tidak dipimpin oleh akal sehat; berpikir negative dan pesimis.
2.Menunda pekerjaan dengan alasan yang dibuat-buat.
3.Terpaku pada masa lampau.
4.Tidak mau belajar dari kegagalan atau kesalahan.
5.Malas, menunggu perubahan nasib terjadi dengan sendirinya.
6.Tidak memiliki inisiatif.



Ada 5 sikap umat Kristen terhadap kebudayaan, sebagaimana yang diungkapkan oleh Dr. J. Verkuyl dalam bukunya Etika Kristen dan kebudayaan dan Richard Nieburn dalam bukunya, Christ and Culture yaitu :
1.Antagonistis atau oposisi.
Ialah sikap yang melihat pertentangan yang tidak terdamaikan antara agama Kristen dan kebudayaan.
2.Akomodasi atau Persetujuan.
Ialah menyetujui atau menyesuaikan diri dengan kebudayaan yang ada.
3.Dominasi atau Sintesis.
Ialah sikap yang menganggap bahwa sekalipun manusia jatuh dalam dosa telah membuat citra ilahinya merosot, pada dasarnya manusia tidak jatuh total, manusia masih memiliki kehendak bebas yang mandiri. Sehingga kebudayaan lain bisa menjadi sebagai bagian dari iman. Namun kebudayaan itu disempurnakan dan disucikan oleh sakramen yang menjadi alat anugerah ilahi.
4.Dualisme atau Pengutuban.
Ialah pendirian yang hendak memisahkan iman dan kebudayaan.
5.Pengudusan atau Pentobatan.
Ialah sikap yang tidak menolak, namun juga tidak menerima, tetapi sikap keyakinan yang teguh bahwa kejatuhan manusia ke dalam dosa tidak menghilangkan kasih Allah atas manusia.

Nilai (value) adalah perasaan tentang apa yang diinginkan atau tidak diinginkan yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai itu.
Norma adalah petunjuk-petunjuk untuk hidup yang berisi perintah atau larangan,
menurut Prof Dr Notonegoro, nilai terbagi menjadi 3 bagian besar:
1.Nilai Material, segala sesuatu yang berguna bagi jasmani manusia.
2.Nilai Vital, segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk dapat mengadakan kegiatan.
3.Nilai Kerohanian, segala sesuatu yang berguna bagi manusia.


Karakter adalah sikap yang ditunjukkan ketika seseorang mengalami tekanan yang berat. Adapun karakter remaja Kristen antara lain :
1.Tidak mau ikut-ikutan berperilaku negative, teguh pendiriannya terutama dalam mempertahankan iman.
2.Memiliki integritas : kata-kata dan perbuatannya sama.
3.Remaja yang Gaul dan fungky (dapat menempatkan diri dalam sosialnya dan memperhatikan norma-norma yang berlaku) tetapi takut akan Tuhan.


Lima tahap berpikir kreatif :
1.Orientasi : mengidentifikasi dan merumuskan masalah.
2.Preparasi : mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan dengan masalah.
3.Inkubasi : membiarkan pikiran beristirahat sebentar ketika berbagai pemecahan berhadapan dengan jalan buntu. Pemecahan masih berlangsung di dalam alam bawah sadar.
4.Iluminasi : masa inkubasi berakhir ketika pemikiran memperoleh semacam ilham, serangkaian pikiran terdalam yang diyakini dapat dipakai untuk memecahkan masalah.
5.Verifikasi : merupakan tahap terakhir untuk menguji dan secara kritis menilai pemecahan masalah yang diajukan pada tahap ke empat.

Hak Asasi Manusia (HAM)
HAM secara umum dimengerti sebagai hak-hak paling asasi yang melekat pada diri manusia, semata-mata oleh karena ia adalah manusia. HAM melekat secara kodrati kepada diri manusia, sebagai karunia Tuhan.
HAM dalam perspektif Iman Kristen menurut (Alm) Pdt Eka Darmaputera :
1.Kedaulatan Allah yang Universal.
HAM bersumber dari Allah. Maka tidak ada suatu apapun yang dapat membatalkannya, baik itu lembaga maupun negara, kecuali Allah. Ketika manusia diberi kebebasan maka kewajibannya adalah menghormati kebebasan dan martabat manusia lainnya.
2.Citra Allah pada diri setiap manusia.
Dalam kisah penciptaan manusia diciptakan Allah menurut gambar atau rupa Nya (imago Dei) pernyataan ini berarti manusia secara unik memantulkan Allah dalam kehidupannya. Allah yang bermartabat, Allah yang adil.
Gregory Vlastos menjelaskan hubungan demokrasi Pancasila dengan iman kristen adalah demokrasi memiliki makna ketika kasih menjadi motivasi dan keadilan menjadi tujuannya.

Keberagaman jenis cinta :
1.Agape : Cinta tanpa pamrih.
2.Storge : cinta karena hubungan darah.
3.Filia : cinta persahabatan.
4.Eros : cinta berahi (seks).
Fungsi keluarga :
1.Reproduksi : keluarga adalah wadah resmi dari lahirnya anak yang memiliki hak yang dilindungi secara hukum.
2.Pengaturab seksual : dalam keluarga, baik istri maupun suami memiliki hak dan kewajiban melakukan hubungan seksual terhadap satu sama lain.
3.Sosialisasi : orang tua memiliki tugas mengajarkan anak tentang norma dan nilai yang berlaku di masyarakat.
4.Afeksi : suami dan istri saling mengasihi dan menerima, orang tua memberikan cinta kasih dan perhatian kepada anak.
5.Status : wanita mendapatkan tambahan “nyonya”
6.Perlindungan : anak yang lahir mendapatkan perlindungan dari orang tua sampai ia menjadi cukup dewasa untuk mandiri.
7.Ekonomi : suami biasanya bertanggungjawab mencari nafkah untuk menghidupi istri dan anaknya walaupun kini cukup lumrah menemui istri yang bekerja dan membina karier di luar rumah.

4 komentar:

HaCKeR mengatakan...

Udah mas... Mayan.. buat contekan...

Ea.. Ea.. Ea..

Hahaha...

Thx Before.. ^_^Piece

feny wardani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
feny wardani mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh penulis.
feny wardani mengatakan...

pak ada yg lebih bnyax lagi ndg